SEMINAR SISTEM PRODUKSI

Nama : Ahmad Syafei
kelas  : 4ID12
NPM  : 30415368




Sistem Produksi adalah satu rangkaian operasi yang mengolah atau memproses input berupa bahan mentah (raw material), bahan setengah jadi (intermediate product), part, komponen dan/atau rakitan (subassembly) untuk menghasilkan output bernilai tambah (value added product) atau produk akhir (finished good) dengan mempergunakan sumber daya (resource) dari elemen teknologi (mesin, peralatan, fasilitas produksi dan energi) dan elemen organisasi (tenaga kerja, manajemen, informasi dan modal).
Sistem Produksi meliputi aktivitas perancangan (design), pengadaan (procure), pembuatan (produce), penyimpanan (store), pengiriman (deliver) dan pelayanan (service).
ProductionSystem
Industri adalah bidang usaha atau kegiatan yang menggunakan ketrampilan dan ketekunan kerja dengan/tanpa dibantu alat-alat kerja untuk menghasilkan output yang bernilai tambah. Industri menjadi mata rantai usaha dalam menghasilkan produk yang berfungsi untuk membantu manusia sebagai individu atau komunitas. Output dari industri atau produk bisa berwujud barang atau jasa.
Sistem Produksi mencakup semua industri mulai dari industri hulu ke industri hilir. Sistem produksi diterapkan di industri barang maupun industri jasa. Dalam industri barang misalnya industri manufaktur, industri pertanian, industri pertambangan, industri kimia dan lainnya. Dalam industri jasa misalnya industri kesehatan, industri keuangan, industri transportasi, industri informasi dan lainnya.
Michael Porter menggambarkan sistem produksi sebagai rantai nilai (value chain) sebagai rangkaian aktivitas untuk menghasilkan margin nilai tambah di mana aktivitas-aktivitas utama (primary activities) didukung oleh aktivitas-aktivitas penunjang (support activities)
Porters-Value-Chain
Sistem Produksi diimplementasikan untuk memastikan bahwa produk yang dihasilkan dapat memenuhi kebutuhan pasar pada waktu yang tepat, tempat yang tepat dan jumlah yang tepat. Berdasarkan sudut pandang sistem dorong/tarik (push/pull view) di mana saat pesanan datang (customer order decoupling points) menjadi titik acuan pelaksanaan proses produksinya akan mempengaruhi waktu ancang (lead time) yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pasar tersebut.
Klasifikasi Sistem Produksi berdasarkan strateginya untuk memenuhi kebutuhan pasar (product positioning strategy) :
  • Make To Stock (MTS) adalah sistem produksi yang menjalankan proses produksinya berdasarkan peramalan. Proses produksi dilaksanakan mulai dari pengolahan bahan baku hingga menjadi produk jadi tanpa menunggu diterimanya pesanan permintaan dari konsumen. Hasil produksinya akan disimpan di gudang atau jaringan distribusi untuk mengantisipasi permintaan di masa mendatang. Persediaan produk dikendalikan menghindari terjadinya kekurangan (shortage).
  • Make To Order (MTO) adalah sistem produksi yang menjalankan proses produksinya merespon pesanan permintaan yang diterima. Proses produksi dilaksanakan mulai dari pengolahan bahan baku hingga menjadi produk jadi menunggu diterimanya pesanan permintaan dari konsumen. Hasil produksinya segera dikirimkan sebelum batas waktu (due date) yang disepakati. Persediaan bahan baku dikendalikan agar selalu siap segera berproduksi saat datangnya pesanan.
  • Assembly To Order (ATO) adalah sistem produksi yang menjalankan proses produksi komponen untuk menjamin ketersediaannya dalam stok, dan baru melaksanakan perakitan merespon pesanan permintaan yang diterima. Proses produksi dilaksanakan mulai dari pengolahan bahan baku hingga komponen siap rakit tanpa menunggu diterimanya pesanan, namun untuk proses perakitannya menunggu diterimanya pesanan permintaan dari konsumen. Hasil produksinya intermediate berupa komponen siap rakit akan disimpan di gudang, dan setelah dirakit menjadi produk akhir segera dikirimkan sebelum batas waktu (due date) yang disepakati. Persediaan komponen siap rakit dikendalikan sebagai pengaman (buffer), sehingga dapat segera dirakit saat datangnya pesanan.
  • Purchase To Order (PTO) adalah sistem produksi yang menjalankan proses produksinya merespon pesanan permintaan yang diterima, termasuk proses pengadaan bahan bakunya. Pengadaan bahan baku dan proses produksinya menunggu diterimanya pesanan permintaan dari konsumen. Hasil produksinya segera dikirimkan sebelum batas waktu (due date) yang disepakati. Komitmen pemasok bahan baku dijalin dengan ikatan kontrak kemitraan agar ada jaminan ketersediaan bahan baku untuk segera diproses saat datangnya pesanan.
  • Engineer To Order (ETO) adalah sistem produksi yang menjalankan proses produksinya merespon pesanan permintaan yang diterima, dengan aktivitas perancangan sebagai sentral. Saat pesanan datang merupakan titik awal produk mulai dirancang eksklusif sesuai dengan keinginan konsumen (customization atau tailor-made), termasuk bahan yang digunakan. Sehingga bahan baku tidak memiliki persediaan di gudang dan baru dilakukan pengadaan saat perancangan sudah dikonfirmasikan kepada konsumen. Alternatif pemasok bahan baku fleksibel agar ada jaminan pengadaan bahan baku yang sesuai untuk segera diproses saat datangnya pesanan.
PRODUCT POSITIONING STRATEGY OF PRODUCTION SYSTEM
ASPEK
MTS
MTO
ATO
PTO
ETO
Variasi Produk
Sedikit
Beberapa
Sedang
Banyak
Customized
Volume
Banyak
Sedang
Sedikit
Sedikit
Exclusive
Titik Acuan Order
Pengiriman
Produksi
Perakitan
Pengadaan
Perancangan
Landasan Produksi
Peramalan
Order Pesanan
Order Pesanan
Order Pesanan
Order Pesanan
Persediaan
Produk Jadi
Bahan Baku
Komponen Siap Rakit
Tiada
Tiada
Lead Time
Segera
Sedang
Cepat
Lama
Sangat Lama
Peralatan
Special Purpose
General Purpose
Special Purpose
General Purpose
Agile
Pekerja
Biasa
Terlatih
Terlatih
Terampil
Multi Skill
productposition
Sistem Produksi terlaksana dengan mempergunakan sumber daya untuk mengolah input menjadi output dengan fungsional sumber daya yang spesifik terspesialisasi sesuai dengan pembagian kerja atau prosesnya. Berdasarkan keragaman fungsional dari sumber daya dan aliran proses dari produk yang dihasilkan akan mempengaruhi pengaturan sumber daya dalam sistem produksi tersebut.
Klasifikasi Sistem Produksi berdasarkan strateginya dengan mengatur sumber daya (process positioning strategy) :
  • Flow Shop adalah sistem produksi yang menghasilkan produk-produknya dengan aliran atau urutan proses sama atau serupa. Aliran proses keseluruhan produk adalah tetap. Pengaturan sumber daya mengikuti aliran proses dari produk (by product layout). Flow Shop ada dua jenis yaitu Continuous Flow Shop dan Intermittent Flow Shop. Pada Continuous Flow Shop, material berpindah (masuk dan/atau keluar) pada satu proses terus berkelanjutan selama proses tanpa menunggu proses tuntas selesai, misalnya di industri kimia. Pada Intermittent Flow Shop, material baru berpindah dari satu proses jika proses telah tuntas selesai dan digantikan material berikutnya, misalnya di industri manufaktur
  • Batch Production adalah sistem produksi yang menghasilkan produk-produknya dengan memproses secara bersama satu ukuran lot atau batch di setiap proses dengan satu kali setup. Aliran atau urutan proses dari masing-masing produk adalah mirip. Pengaturan sumber daya mengikuti aliran proses dari produk (by product layout). Material baru berpindah pada setiap setelah satu batch terselesaikan.
  • Job Shop adalah sistem produksi yang menghasilkan produk-produknya dengan aliran atau urutan proses yang beragam. Urutan proses satu produk dapat menjadi aliran balik produk yang lain. Pengaturan sumber daya mengikuti kemiripan fungsional proses (by process layout). Material berpindah sesuai dengan kebutuhan proses berikutnya.
  • Cell Manufacturing adalah sistem produksi yang menghasilkan produk-produknya dengan komponen-komponen yang terkelompok mempunyai kemiripan urutan proses. Urutan proses komponen dalam satu kelompok cell adalah mirip. Pengaturan sumber daya mengikuti kelompok kemiripan urutan proses (group technology layout). Material berpindah dalam satu cell mengikuti aliran proses, sedangkan antar cell sesuai kebutuhan proses berikutnya.
  • Project adalah sistem produksi yang menghasilkan produk-produknya dengan aliran atau urutan proses yang unik sesuai rancangan order pesanan. Urutan proses sangat tergantung dari jaringan dependensi aktivitas proses produksinya. Sumber daya lebih banyak dipindahkan menuju material dibandingkan material dipindahkan ke sumber daya. Pengaturan sumber daya mengikuti lokasi material yang diproses (fixed site layout). Material konstruksi utama cenderung tidak banyak berpindah.
PROCESS POSITIONING STRATEGY OF PRODUCTION SYSTEM
ASPEK
FLOW SHOP
BATCH PRODUCTION
JOB SHOP
CELL MANUFACTURING
PROJECT
Variasi Produk
Sedikit
Beberapa
Banyak
Sedang
Customized
Volume
Banyak
Banyak
Sedikit
Sedang
Exclusive
Aliran Proses
Tunggal
Mirip
Bervariasi
Terkelompok
Spesifik
Tata Letak
By Product
By Product
By Process
Group Technology
Fixed Site
Material Handling
Fixed
Fixed
Flexible
Flexible
Flexible
Peralatan
Special Purpose
Special Purpose
General Purpose
General Purpose
General Purpose
Pekerja
Biasa
Biasa
Terampil
Terlatih


Sumber : http://arifindustri.lecture.ub.ac.id/opinions/op-sisprod/3

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk " SEMINAR SISTEM PRODUKSI"

Posting Komentar