Mahasiswa
Himpunan Teknik Industri Universitas Gunadarma menyelenggarakan seminar “Total
Productive Maintenance”
atau yang biasa disingkat “TPM”
dengan bertemakan “Penerapan TPM Dalam Meningkatkan Kuantitas Produk dan
Efisiensi Produksi” pada:
Hari/tanggal : Sabtu/02 April 2016
Pukul : 13.00-16.00 WIB
Tempat : Auditorium J167 Kampus J
Universitas Gunadarma Kalimalang
Dalam acara
tersebut pihak penyelenggara menghadirkan 2 pembicara yaitu :
1. Bpk.
Andrie Wibowo dari PT Indopoly Swakarsa Industry
2. Bpk.
Rudy Novisyal dari PT Kalbe Farma selaku promotor TPM
Total Productive Maintenance
TPM berfungsi untuk memelihara pabrik dan peralatannya
agar selalu dalam kondisi prima. Untuk memenuhi tujuan ini, diperlukan
maintenance yang prefentif dan prediktif. Dengan mengaplikasikan prinsip TPM
kita dapat meminimalisir kerusakan pada mesin. Masalah yang umum terjadi pada
mesin misalnya kotor, mur dan baut hilang, oli jarang diganti, kebocoran,
bunyi-bunyi tak normal, getaran berlebihan, filter kotor, dan sebagainya dapat
diminimalisir dengan TPM.
Sesungguhnya terbengkalainya mesin lebih sering
disebabkan oleh kurangnya keterlibatan operator dalam memelihara mesin, dan
cenderung menyerahkan semua masalah perawatan kepada staf maintenance. Prinsip
TPM mengatakan bahwa operator harus mampu melakukan perawatan dan perbaikan
ringan apabila terjadi masalah pada mesin. Operator juga harus memiliki sedikit
keterampilan maintenance. Dengan demikian, masalah pada mesin dapat segera
diatasi sebelum masalah bertambah kompleks. Ketergantungan pada staf
maintenance dapat dikurangi, sehingga maintenance hanya fokus menangani masalah
yang lebih besar saja.
Untuk implementasi TPM, unit produksi dan maintenance
harus bekerja bersamaan. Penerapannya akan melibatkan seluruh karyawan dalam
melakukan perawatan mesin, peralatan dan bertujuan meningkatkan produktifitas.
Indikator kesuksesan implementasi TPM diukur dengan OEE
(Overall
Equipment Effectiveness) dan parameternya mencakup berbagai
jenis kerugian (losses) yang terjadi seperti downtime, changeover, speed loss
(perlambatan mesin), idle (mesin menganggur), stoppages (mesin berhenti),
startup (mesin dinyalakan/diaktifkan), defect (cacat) dan rework (pengerjaan
ulang).
Seperti yang telah dibahas sebelumnya, implementasi
TPM yang akurat dan praktis akan meningkatkan produktifitas dalam keseluruhan
organisasi. Manfaat lebih mendetail dari aplikasi TPM adalah:
- Sebuah budaya bisnis yang dirancang untuk secara berkelanjutan akan meningkatkan efisiensi dari total production system.
- Berlakunya suatu pendekatan yang terstandar dan sistematik, dimana semua kerugian (losses) terantisipasi dengan baik.
- Semua departemen yang memiliki pengaruh terhadap produktifitas akan memiliki mindset yang prediktif terhadap penghambat produktifitas.
- Organisasi yang transparan menuju zero losses.
Langkah-langkah perbaikan dengan TPM harus dijalankan
sebagai suatu proses yang berkelanjutan, bukan hanya sebagai menu jangka pendek.
Pada akhirnya, TPM akan memberikan kemampuan yang praktis kepada perusahaan
untuk menuku operational
excellence.
Kesimpulannya
Total Productive
Maintenance atau TPM adalah salah satu metode proses maintenance yang
dikembangkan untuk meningkatkan
produktifitas di area kerja, dengan cara membuat proses tersebut
lebih reliable dan lebih sedikit terjadi pemborosan (waste).
Metode ini merupakan bagian dari Lean
Manufacturing
Belum ada tanggapan untuk "Seminar Total Productive Maintenance(TPM) "
Posting Komentar