Laporan Kampanye Minat Baca Mahasiswa


LAPORAN KAMPANYE SOSIAL
MINAT BACA MAHASISWA DI LINGKUNGAN
KAMPUS J1 GUNADARMA KALIMALANG













Disusun Oleh :

                  NAMA                            KELAS                  NPM
1.     ABI RAFDI BANES              1ID08                 30415037
2.     AHMAD SYAFEI                  1ID08                  30415368
3.     AULYA CIKAL R.                 1ID08                 31415160
4.     FRANSISCA FABIOLA        1ID08                 32415770
5.     RISMA APRILIA W.             1ID08                 36415072








UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK INDUSTRI

2016


KATA PENGANTAR

            Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan karunia-Nya kepada kami, sehingga dapat menyelesaikan tugas laporan mengenai “MINAT BACA MAHASISWA DI LINGKUNGAN KAMPUS J1 UNIVERSITAS GUNADARMA KALIMALANG”. Sehubungan dengan lokasi kami belajar, yaitu di kampus J1. Maka kami berinisiatif mengangkat topik dari masalah di lingkungan kampus untuk dikampanyekan.

            Dalam kesempatan ini, kami menyampaikan terima kasih kepada Ibu Yuning Ika Rohmawati, S.I.Kom., selaku dosen dan pembimbing kami sebagai mahasiswa/i  jurusan teknik industri, pada mata kuliah Ilmu Sosial Dasar yang telah memberikan tugas laporan kampanye ini. Tak lupa juga kepada seluruh mahasiswa/i Universitas Gunadarma Kalimalang yang bersedia berpatisipasi dan memberikan motivasi kepada kami dalam menjalankan tugas kampanye ini.

Kami berharap, semoga laporan yang telah kami buat dapat bermanfaat dan menginspirasi banyak orang, serta dapat memberikan pengetahuan yang lebih luas kepada para pembaca, khususnya terdidik untuk selalu meningkatkan minat baca agar memperoleh dan atau membagikan wawasan yang luas bagi masyarakat dan orang-orang di sekitarnya. Laporan ini tidak menutup kemungkinan untuk para pembaca memberi kritik dan saran demi pembelajaran yang lebih baik lagi. Dengan hormat, kami mempersembahkan laporan ini. Jika ada salah kata atau kekurangan baik dari segi penyusunan kalimat maupun tata bahasa, mohon dimaafkan.

                                                                                                Bekasi, 5 Juni 2016

                                                                                                       Penyusun
DAFTAR ISI
                                                                                                                 Halaman Depan                                                                           i         
Kata Pengantar                                                                                               ii
Daftar Isi                                                                                                         iii

BAB I   PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang Masalah                                                                         
1.2    Pembatasan Masalah                                                                               
1.3    Tujuan Penulisan                                                                                     
1.4    Metode Pengumpulan Data                                                                    
1.5    Metodologi Kampanye Sosial                                                                 
1.6    Sistematika Penyusunan                                                                         

 BAB II   PEMBAHASAN
2.1   Definisi Minat Baca                                                                                
2.2   Unsur - unsur Minat Membaca                                                               
2.3   Penyebab Rendahnya Minat Baca Remaja                                               
2.4   Dampak dari Rendahnya Minat Baca Remaja                                        
2.5   Faktor-faktor yang Meningkatkan Minat Baca                                      

BAB III   PENUTUP
3.1    Kesimpulan                                                                                             
3.2    Saran                                                                                                       

Lampiran Dokumen                                                                                       
Daftar Pustaka                                                                                                           


Bab I
Pendahuluan


1.    1     Latar Belakang Masalah

Setiap individu yang diciptakan oleh Allah SWT dibekali kemampuan untuk mengolah memori yang telah didapatkannya dan menyimpan informasi tersebut. Sumber informasi yang didapatkan oleh setiap manusia dapat berasal dari mana saja, tak kecuali dari individu lain. Salah satu tempat yang memiliki sumber informasi terbanyak dan terlengkap adalah sebuah perpustakaan. Pada kampanye yang kami lakukan ini, kami memusatkan terlebih dahulu pada penelitian/ pengawasan tentang seberapa besarnya minat baca para mahasiswa Gunadarma untuk membaca di Perpustakaan Gunadarma J1. Semakin berkembangnya zaman, perpustakaan semakin ditinggalkan karena semakin pesatnya arus informasi dan berita yang bisa didapatkan dari media sosial, blog atau sebagainya. Hal inilah yang mengakibatkan kami ingin menggali lebih jauh bagaimana cara untuk meningkatkan minat baca para mahasiswa ke Perpustakaan Gunadarma J1 dari dan untuk Mahasiswa Gunadarma, ditengah semakin maraknya perkembangan informasi dan berita di kehidupan kita.
            Dalam sudut pandang, memang perpustakaan memiliki informasi atau berita yang tidak lebih cepat terbaharui dikarenakan kurang fasillitas dan prasarana untuk mendapatkan buku-buku terbaru sesuai dengan perkembangan zaman. Akan tetapi, kami selaku Mahasiswa Gunadarma yang peduli akan kemajuan dan perkembangan Perpustakaan Gunadarma J1, berusaha mengajak para mahasiswa dan warga Universitas Gunadarma J1 untuk kembali memakmurkan Perpustakaan Gunadarma J1 dengan membaca buku yang tersedia atau melengkapi referensi buku untuk di Perpustakan Gunadarma J1.


1.    2     Pembatasan Masalah
           
Selama kelompok kami melakukan observasi dan kampanye ini, kelompok kami membatasi penelitian yang kami lakukan, yaitu hanya pada seberapa besar minat mahasiswa Gunadarma J1 untuk mencari informasi di Perpustakaan Gunadarma J1 dan menjadikan perpustakaan sebagai tempat utama bagi para mahasiswa Gunadarma J1 untuk membahas atau mencari referensi dari suatu peristiwa atau kejadian sosial yang terjadi di masyarakat. Selain itu, kampanye kami juga akan berusaha untuk meningkatkan daya tarik para mahasiswa Gunadarma J1 untuk ke Perpustakaan agar perpustakaan menjadi tempat ternyaman sebagai tempat para mahasiswa berdiskusi, mengerjakan tugas, atau sekedar belajar mengisi waktu luang.

1.    3     Tujuan Penulisan

            Tujuan kami melakukan observasi dan kampanye ini antara lain :
1.      Meningkatkan minat baca para mahasiswa Gunadarma untuk berkunjung ke Perpustakaan Gunadarma J1.
2.      Memberikan pengetahuan lebih kepada para pembaca akan pentingnya kita sebagai para mahasiswa untuk berkunjung ke perpustakaan, dikarenakan disana kita dapat menemukan banyak informasi yang belum tentu dapat kita temukan dengan mudah di dunia internet.
3.      Untuk kemakmuran perpustakaan Gunadarma J1, karena semakin banyak pengunjung atau mahasiswa yang melaksanakan segala kegiatan pembelajarannya di perpustakaan tersebut, maka tak menutup kemungkinan pihak pengurus memperbaiki dan melengkapi referensinya.
4.      Membangkitkan potensi yang dimiliki perpustakaan Gunadarma pusat, supaya lebih memperbanyak buku referensinya dan dapat didistribusikan ke seluruh cabang secara merata dalam bentuk buku literature yang menunjang kemajuan dan perkembangan kegiatan belajar dan mengajar di semua cabang kampus Gunadarma.
1.    4     Metode Pengumpulan Data

            Dalam penyusunan laporan ini, kami melakukan beberapa metode untuk mendapatkan data-data dalam kampanye penyuluhan kami ini. Semua metode yang kami lakukan ini didasari dengan sumber informasi yang ada di lapangan dan disertai pula data-data dokumen yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Adapun metode yang kami lakukan adalah :
1.      Kuisioner dan Wawancara
Dengan menggunakan metode ini dalam kampanye penyuluhan, kami selaku pihak yang melakukan kampanye dapat melakukan interaksi secara langsung dan secara tertulis kepada para responden yang berasal dari mahasiswa Gunadarma cabang Kalimalang yang bersedia untuk menjadi narasumber.

2.      Observasi Perpustakaan
Dalam metode ini kami langsung melakukan pengamatan kepada perpustakaan Gunadarma, sehingga kami dapat langsung memberikan kampanye kepada para mahasiswa yang sedang berkegiatan di perpustakaan Gunadarma agar tetap menjaga budaya baik yang sudah tertanam dalam diri mereka untuk mencari literature di perpustakaan sekaligus mengajak para mahasiswa di sekitar perpustakaan untuk berkunjung ke perpustakaan dengan tujuan mencari informasi yang dibutuhkan atau sekedar untuk mencari hiburan yang mendidik.

3.      Wawancara
Selain menggunakan kedua metode tersebut kami juga melakukan beberapa wawancara dengan para mahasiswa Gunadarma cabang Kalimalang untuk mengetahui tentang bagaimana pendapat mereka mengenai perpustakaan Gunadarma yang berada di J1 dan hal-hal apa saja yang harus ditingkatkan untuk meningkatkan minat baca para mahasiswa Gunadarma ke perpustakaan Gunadarma J1.
1.5              Metodologi Kampanye Sosial

A.                     Lokasi Kampanye Sosial
Kampanye sosial dilakukan di lingkungan dalam kampus Universitas Gunadarma cabang Kalimalang (J1) dikarenakan kami ingin meingkatkan minat membaca di lingkungan terdekat dahulu, yaitu kepada para Mahasiswa Gunadarma cabang Kalimalang.

  B.    Waktu Kampanye
Periode masa observasi dan kampanye ini dilakukan pada bulan April
sampai bulan Mei 2016. Kami memanfaatkan waktu istirahat, waktu
senggang kuliah, maupun disela-sela UTS demi kelancaran jalannya
kampanye sosial ini.

1.    6     Sistematika Penyusunan

            Untuk mempermudah penyusunan, maka kami menjadikan lebih sistematis membagi empat pokok permasalahan utama yang akan di sajikan dalam bentuk bab, sub bab. Adapun sistematikanya adalah sebagai berikut:

BAB I :  PENDAHULUAN
Dalam bab ini penyusun menguraikan tentang latar belakang masalah,
pembatasan masalah, tujuan penulisan, metode pengumpulan data,
metodologi kampanye dan sistematika penyusunan.

            BAB II :  PEMBAHASAN
            Dalam bab ini, kami menguraikan permasalahan yang kami temui
selama melaksanakan kampanye sosial dan mencoba mencari solusi dari
masalah yang kami dapati.


            BAB III   :  PENUTUP
Dalam bab ini berisi kesimpulan dari pembahasan yang sudah dibuat di bab ii dan saran dari masing-masing anggota untuk memberikan solusi demi tercapai misi yang lebih baik.



























BAB II
PEMBAHASAN

2.  1     Definisi Minat Baca

Membaca merupakan suatu kegiatan yang dilakukan seorang individu yang bertujuan untuk mendapatkan suatu informasi yang dapat membantu kita dalam melakukan suatu kegiatan ataupun memecahkan suatu masalah yang sedang kita hadap. Membaca memiliki beberapa cara dan teknik agar dapat membuat individu tersebut dengan mudah menyerap dan memahami informasi yang terdapat dalam bacaan tersebut, sehingga dapat digunakan untuk mengeksplorasi bacaan yang telah kita pahami tersebut.

Selain terdapat kegiatan membaca, kita juga dapat mempelajari beberapa pemahaman mengenai minat membaca. Seseorang yang telah memiliki minat untuk membaca akan membaca apapun itu, baik artikel atau berita yang ada di sekitarnya tanpa berpikir latar belakang dari bacaan tersebut atau apakah tujuan dari individu tersebut untuk membaca suatu referensi. Akan tetapi, sangatlah sulit bagi setiap individu untuk memiliki kemampuan membaca yang sama dan kemampuan untuk tertarik dalam segala bacaan, baik itu yang berupa hanya referensi sekilas ataupun suatu literature yang membahas suatu bahasan pokok secara mendalam di tengah-tengah semakin pesatnya perkembangan informasi dan teknologi di dunia maya.

Pengertian minat baca menurut Liliawati (Sandjaja,2005) adalah suatu perhatian yang kuat dan mendalam disertai dengan perasaan senang terhadap kegiatan membaca sehingga dapat mengarahkan seseorang untuk membaca dengan kemauannya sendiri. Sehingga dapat kita tarik kesimpulan bahwa membaca merupakan suatu aktivitas yang dilakukan dengan penuh ketekunan dan cenderung menetap dalam rangka membangun pola komunikasi dengan diri sendiri agar pembaca dapat menemukan makna tulisan dan memperoleh informasi sebagai proses transmisi pemikiran untuk mengembangkan intelektualitas dan pembelajaran sepanjang hayat.
Dengan semakin marak dan pesatnya perkembangan serta kecepatan dalam mengirimkan informasi melalui media elektronik, media cetak berupa buku ataupun koran dan majalah yang terdapat pada perpustakaan ataupun toko buku, sedikit demi sedikit mulai ditinggalkan oleh para manusia di dunia yang mengejar sesuatu secara instan dan cepat. Akan tetapi, sesungguhnya masih banyak berbagai macam informasi serta berita dari pengalaman masa lalu yang dapat kita temukan dari membaca di perpustakaan. Beberapa perpustakaan memiliki banyak buku yang tidak tersentuh informasinya oleh media elektronik, karena dianggap tidak akan menimbulkan suatu gejolak ataupun sesuatu yang menarik untuk diperdebatkan oleh para ahli dan netizen di dunia maya atau di media sosial kita. Dikarenakan hal itulah sesungguhnya masih banyak informasi dan suatu bacaan yang sangat bermanfaat untuk kita, bila kita masih ingin dengan sabar mengupas lebih jauh buku-buku yang ada di perpustakaan sekitar kita untuk menambah pengetahuan kita atau untuk memecahkan suatu teka-teki yang mungkin tidak kita dapatkan sumber pastinya dari dunia internet.
Akan tetapi, banyak kita lihat di sekitar kita terutama pada kalangan pada mahasiswa, bahwa banyak sekali mahasiswa yang berpikiran bahwa mencari informasi di perpustakaan adalah suatu kegiatan yang ketinggalan zaman dan tidak efektif. Akan tetapi, banyak pula para kaum terdidik kita yang tidak sadar bahwa dengan mencari informasi di internet atau sekedar melihat referensi di suatu blog seseorang, tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenaran dan ketepatan informasi yang terdapat di dalamnya tersebut. Beda halnya dengan apabila kita mencari sumber literarur yang berasal dari buku-buku yang ada di perpustakaan, kita dapat lebih mempercayai informasi yang ada di buku literature tersebut dikarenakan buku-buku yang ada di perpustakaan sudah melalui berbagai macam penelitian dan tentunya bukan disebarkan hanya untuk mencari keuntungan semata dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab di dunia maya.
2.    2     Unsur - unsur Minat Membaca
Ketika suatu individu sudah dibekali dengan minat untuk membaca sesuai dengan kemauannya dan hati nuraninya, maka terdapat beberapa unsur yang mendukung kegiatan tersebut, antara lain :
  1. Unsur Psikologis
Dengan dipengaruhi unsur ini, manusia yang sudah memiliki minat untuk membaca tidak akan merasa terpaksa ataupun merasa kurang dalam batinnya bila dalam jangka waktu tertentu belum menemukan suatu bacaan yang bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuannya.
  1. Unsur Keingintahuan yang Tinggi
Untuk beberapa kalangan individu rasa keingintahuan yang tinggi terhadap suatu hal atau peristiwa akan membuat individu tersebut akan membaca informasi yang ada di suatu buku ataupun suatu literature yang terpercaya.

  1. Unsur Lingkungan
Dengan didukung oleh lingkungan yang baik yang berupa lingkungan orang-orang terdidik, maka suatu kebiasaan untuk membaca suatu referensi akan terbentuk dengan sendirinya di tengah-tengah kemampuan untuk memenuhi akan kebutuhan ilmu pengetahuan.

  1. Unsur Latar Belakang Pendidikan
Dengan didukung oleh pendidikan yang tinggi dan mumpuni, tentulah kebiasaan membaca merupakan suatu kewajiban bagi suatu individu dikarenakan dengan kita membaca sama saja kita dengan telah membuka jendela dunia.




  1. Unsur Prioritas Masa Depan
    Untuk beberapa orang memiliki prioritas masa depan membaca merupakan suatu kegiatan yang penting dikarenakan dengan membaca kita dapat mengambil suatu pelajaran dari peristiwa masa lalu dan melihat ke masa depan tentang hal-hal apa saja yang dapat kita lakukan untuk menopang masa depan kita.

2.    3     Penyebab Rendahnya Minat Baca Remaja

          Hal-hal yang menyebabkan rendahnya minat baca seseorang dapat dipengaruhi oleh faktor ekternal ataupun faktor internal. Banyak para remaja kita yang sangat mudah dipengaruhi oleh teman-temannya ataupun lingkungannya untuk berbuat suatu hal atau melakukan suatu kebiasaan. Pada sub bab ini kami akan membahas faktor internal dan eksternal yang akan  mempengaruhi rendahnya minat baca seseorang. Antara lain sebagai berikut :

1.      Orang Tua
Apabila seorang anak dibesarkan di lingkungan keluarga yang berpendidikan tinggi dan memiliki orang tua yang perhatian terhadap anaknya, tentulah orang tua tersebut akan mengajari anaknya untuk membaca sekaligus memberikan arahan kepada anaknya bacaan yang mendidik dan bermanfaat. Sayangnya tidak semua orang tua memiliki waktu dan kemampuan seperti itu sehingga tidak dapat kita sanggah lagi banyak anak remaja di Indonesia yang memiliki kemampuan memahami bacaan secara rendah.






2.      Ekonomi
Tidak sedikit pula para teman-teman atau kerabat kita yang memiliki kemampuan membaca yang kurang, dikarenakan tidak adanya biaya untuk membeli buku-buku yang dijual di toko buku atau instansi pendidikan. Sesungguhnya banyak hal yang dapat dilakukan remaja tersebut untuk tetap dapat membaca suatu bacaan yang berkualitas, akan tetapi di tengah-tengah era yang semakin modern dan serba cepat ini membuat beberapa remaja malas untuk berpikir jalan keluarnya dan memilih untuk terdiam dalam keterpurukan.
3.      Rendahnya Motivasi untuk Membaca
Banyak para remaja kita yang tidak pernah memikirkan masa depan tapi hanya berpangku tangan saja kepada orang tua mereka yang kaya dan terus menghabiskan tenaganya untuk bermain games padahal banyak hal yang dapat remaja tersebut pelajari dengan membaca buku dimana saja terutama di perpustakaan sekolahnya.

4.      Lingkungan
Menurut kami, inilah faktor paling besar yang menyebabkan sangat rendahnya minat baca para remaja di Indonesia. Hal ini dikarenakan usia remaja merupakan usia yang sangat rentan akan pergaulan yang salah ataupun suatu kebiasaan hidup yang salah. Bila para remaja kita bergaul dengan temannya yang malas untuk membaca, maka remaja tersebut secara tidak sadar akan terbawa pula dengan kebiasaan buruk tersebut. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk membentengi hal tersebut. Akan tetapi sekali lagi, semua itu kembali kepada individu masing masing.

5.      Kurang Fasilitas dan Kenyamanan Perpustakaan
Hal ini juga dapat menjadi penyebab masih kurangnya kesediaan para remaja kita untuk berkunjung ke perpustakaan. Tentulah hal ini tanggung jawab dari pihak instanti terkait untuk memberikan fasilitas yang memadai dan nyaman bagi para remaja di perpustakaan, agar para remaja kita tidak akan pernah bosan untuk berkunjung ke perpustakaan dan merasa nyaman ketika ingin menambah ilmu pengetahuan mereka dengan membaca buku.

6.      Kurang Lengkapnya Referensi di Perpustakaan
Banyak sekali perpustakaan di beberapa daerah di Indonesia yang memiliki buku-buku yang jarang sekali diperbarui atau bahkan buku buku yang memuat informasi yang sudah tidak relevan dengan kejadian yang terjadi di dunia modern seperti saat ini. Mungkin ini juga menjadi salah satu penyebab masih sangat kurangnya minat baca para remaja kita dan lebih memilih media elektronik sebagai jalan keluar tercepat dan termudah.

2.    4     Dampak dari Rendahnya Minat Baca Remaja

Faktor-faktor  yang  menyebabkan  rendahnya minat baca di kalangan
genarasi muda akan membawa dampak yang merugikan. Adapun dampak yang
ditimbulkan dari rendahnya minat baca anatara lain :

1.       Mengalami kesulitan memahami, menguasai, mentransfer, dan
menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) untuk produksi
 barang dan jasa bermutu.
2.       Generasi muda akan mudah dipengaruhi atau didoktrin oleh pemahaman–
pemahaman yang negatif. Keterbatasan ilmu pengetahuan menjadikan seseorang memiliki dasar yang dangkal. Seseorang seperti ini pastilah akan mudah dipengaruhi oleh pemahaman-pemahaman yang negatif.
3.       Tidak berkembangnya kreativitas. Kreatifitas akan muncul apabila seseorang mengembangkan pola berpikir serta tanggap terhadap lingkungan sekitar. Pengembangan pola berpikir ini diperoleh dalam kegiatan membaca. Pola pikir yang berkembang menjadikan tanggap terhadap lingkungan sehingga memunculkan ide-ide kreatif. 
4.       Tidak mengetahui informasi terbaru atau kurang update sehingga sulit untuk memajukan diri sendiri maupun lingkungan.
5.       Generasi muda menjadi miskin akan wawasan, karena tidak adanya kepahaman dan wawasan yang cukup terhadap ilmu pengetahuan dan mengenai apa yang terjadi. Remaja cenderung kurang peduli terhadap apa yang terjadi disekitarnya dan memilih menutup diri mementingkan trend yang sedang hangat di dunia maya.
6.       Bangsa akan kehilangan aset terpenting yaitu para pemuda, karena para pemuda tidak menumbuhkan rasa cinta terhadap bacaan sejarah dan kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh pahlawan pendahulu.

2.    5     Faktor-faktor yang Meningkatkan Minat Baca

          Sangatlah banyak hal hal yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan minat baca kita sebagai seorang terdidik yang sangat membutuhkan informasi dan pengetahuan. Berikut ini akan kami jelaskan faktor-faktor yang meningkatkan minat baca, sebagai berikut:

2.5.1    Faktor Pendidikan
            Pendidikan adalah suatu bekal yang sangat berguna bagi setiap manusia dikarenakan tanpa pendidikan seorang manusia akan memiliki derajat yang rendah dan akan mudah untuk ditipu serta diperdaya oleh orang lain. Semakin tingginya tingkat pendidikan seseorang maka semakin tinggi pula tuntutan yang harus dihadapinya untuk memenuhi  kebutuhannya akan arus informasi dan suatu berita yang harus diolah oleh individu tersebut. Dengan semakin banyaknya kita membaca suatu bacaan apapun di kehidupan kita, maka akan semakin banyak pula jendela wawasan ilmu yang akan kita dapatkan, sehingga membaca merupakan suatu aktivitas yang akan sangat penting dan krusial bagi kalangan para orang terdidik.
2.5.2     Meningkatkan jumlah dan layanan perpustakaan di lingkungan sekolah dan di lingkungan masyarakat, dengan dibangunnya Perpustakaan Nasional dan perpustakaan daerah (di tingkat propinsi, kecamatan, dan  desa).
2.5.3    Membudayakan cinta baca mulai dari keluarga, dengan menumbuhkan minat baca sejak dini kepada anak-anak seperti melalui buku cerita atau buku bergambar. Membawa anak-anak sesering mungkin berkunjung ke pusat-pusat buku, perpustakaan, toko buku, atau pameran buku.
2.5.4    Menyediakan progam wajib baca baik dalam keluarga maupun lingkungan sekolah.
2.5.5    Berusaha menyediakan waktu untuk memilih dan membaca buku bacaan yang baik.
2.5.6    Mengontrol penggunaan media elektronik (tv, video, game, dan internet) melalui peran orang tua dan guru/ dosen, dimana guru/ dosen dan orang tua harus bekerja sama dengan memberikan pemahamaan terhadap anak dengan memberitahukan media elektronik tidak terkontrol dapat menyebabkan hilangnya waktu belajar dan konsentrasai.
2.5.7    Tarigan (1980: 119-120) mengemukakan bahwa sikap ingin tahu intelektual dan bijaksana disertai usaha yang terus menerus untuk menggali pengetahuan baru akan menolong seseorang mengembangkan minat bacanya.
2.5.8    Meningkatkan koleksi perpustakaan. Agar para pengunjung, terutama generasi muda tertarik untuk mengunjungi perpustakaan sehingga minat baca mereka akan meningkat.
2.5.9    Penggunaan media gambar dalam pembelajaran membaca dapat memperjelas konsep dan menarik perhatian pembaca. Hal ini menurut Piaget dalam  Elida (1992: 51), anak usia sekolah dasar berada pada taraf bepikir rasional konkret. Piaget dalam Tampubolon (1991: 4) menambahkan usia sekolah dasar kemampuan berfikir, bernalar, dan perkembangan bahasa memerlukan simbol-simbol atau gambar.


2.5.10  Membuat slogan-slogan giat membaca. Secara tidak sadar apa kalimat yang kita sering lihat, tanpa kita baca dapat membuat kalimat tersebut tertanam di bawah sadar pikiran kita.
2.5.11  Memperbaruhi sistem pembelajaran di Sekolah atau Kuliahan dengan cara guru/ dosen memberikan tugas pembelajaran yang menantang dan menarik untuk terdidik misalnya dalam proses kegiatan belajar guru memberikan atau memunculkan masalah yang dapat didiskusikan bersama dengan terdidik, sehingga dapat mendorong mereka untuk menggali banyak informasi melalui aktivitas membaca.
2.5.12  Memperbaiki kerja sama dengan penerbit dan percetakaan buku dalam pengadaan buku murah berkualitas, agar lebih mudah menerima buku terbitan terbaru.











BAB III
PENUTUP

3.    1     Kesimpulan
            Selama kami melakukan kegiatan kampanye sosial, kelompok kami banyak melakukan interaksi dengan para mahasiswa dan orang-orang yang ada di sekitar kampus. Dari semua kejadian tersebut, kami ingin menyimpulkan beberapa hal yang dapat kami ambil makna dan hikmah dari semua kegiatan kampanye sosial ini. Antara lain adalah:
a.           Dengan tidak adanya perubahan sikap dan pola pikir dari para remaja kita terhadap kesadaran akan pentingnya membaca, maka sangat dikhawatirkan Negara Indonesia di beberapa tahun ke depan memiliki generasi yang kurang peka terhadap perkembangan zaman dan kurang luas pengetahuannya, dikarenakan ketidakinginan untuk meningkatkan minat baca yang sangat berguna hingga kelak tua nanti.

b.          Kurangnya jumlah perpustakaan dan perhatian pemerintah atau instansi terkait terhadap perpustakaan yang sudah ada, dapat mengakibatkan kurang terawatnya perpustakaan dan akan hilang satu-persatu di tengah semakin berkembangnya era digitalisasi modern ini. Pemerintah harus secara fokus memperhatikan fasilitas dan kemajuan perpustakaan yang ada untuk menunjang generasi-generasi muda yang mapan dan berkompeten.




c.       Perlu semakin digalakkan poster-poster ataupun umbul-umbul yang berisi semangat untuk meningkatkan pentingnya akan membaca baik di masa sekarang atau untuk masa depan.

d.      Kepedulian masyarakat terutama dari kalangan mahasiswa perlu ditingkatkan kembali agar tercipta situasi belajar mengajar yang mumpuni dan masuknya proses kegiatan membaca literature perpustakaan dalam kurikulum belajar mengajar kita.



3.    2     Saran

            Di akhir laporan kegiatan kampanye sosial ini, izinkan kami memberikan beberapa saran yang berguna agar tercapainya generasi remaja yang cemerlang dan tentunya generasi yang gemar membaca terutama membaca buku-buku referensi dan literature di perpustakaan. Berikut ini beberapa saran dari kami, antara lain adalah :

o       Pada pemerhati pendidikan di Indonesia perlu memperhatikan lebih jauh mengenai kemajuan dan perkembangan tingakat membaca di Negara Indonesia agar meningkatkan kemampuan para remaja Indonesia untuk memahami suatu bacaan literatur dan mengurangi angka buta huruf di Indonesia.

o   Baik instansi terkait dan pemerintah perlu memberikan fasilitas yang memadai kepada para pengelola perpustakaan agar para pengelola dapat mengembangkan peerpustakaannya sehingga dapat meningkatkan minat baca masyatakat Indonesia.


o       Peran dari orang tua sebagai fasilitator pertama kali bagi seseorang, sangat dibutuhkan dalam meningkatkan minat baca seorang anak di usia dini. Orang tua harus berperan lebih akif lagi dalam mengajarkan anaknya untuk membaca suatu sumber bacaan yang mendidik dan mencontohkan kepada anaknya untuk membaca hal hal yang bermanfaat bagi dirinya baik di masa kini atau di masa depan.

o   Pengelola perpustakaan harus membuat sistem dan suasana dalam perpustakaan lebih menarik agar mempertahankan bahkan meningkatkan jumlah para pengunjung setia yang selalu berkunjung ke perpustakaan dan dapat pula mendatangkan pembaca baru di perpustakaan.

o       Kita sebagai kalangan pelajar yang terdidik harus memiliki simpati yang besar terhadap kemajuan dan perkembangan koleksi-koleksi buku yang dimiliki oleh perpustakaan, agar koleksi buku yang dimiliki perpustakaan dapat selalu update dan merupakan buku-buku yang tidak tertinggal informasi dan pengetahuannya dibandingkan dengan media elektronik.

o       Kementrian Pendidikan Indonesia perlu mencanangkan kurikulum yang memaksukan kegiatan belajar mengajar di perpustakaan merupakan suatu bagian dari kompetensi dasar sehingga para pelajar dapat tetap memakmurkan perpustakaan dan mencari ilmu pengetahuan dari perpustakaan.
Demikianlah saran yang kami berikan, saran ini semata-mata bertujuan untuk mengembalikan semangat belajar khususnya membaca dari perpustakaan di sekitar kita.





LAMPIRAN DOKUMEN









        






























































DAFTAR PUSTAKA




Wainwright, Gordon. 2007. Meningkatkan Kemampuan Membaca. PT. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta.











Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Laporan Kampanye Minat Baca Mahasiswa"

Posting Komentar