Masalah Kemacetan



Kemacetan

Kemacetan adalah suatu keadaan terhentinya kendaraan yang disebabkan oleh banyaknya jumlah kendaraan melebihi kapasitas jalan. Kemacetan sering terjadi pada kota-kota besar misalnya di Jakarta, setiap hari terutama hari kerja mungkin semua orang mengeluh di megekuarkan kata itu. Dan menjadi permasalahan sehari-hari yang dapat ditemukan di lampu merah, persimpangan rel kereta api, sekolah, terminal bis, pasar, dan lain-lain.
Kemacetan dapat dapat terjadi karena bebereapa alasan yaitu terjadi kecelakaan lalu-lintas sehingga terjadi gangguan kelancaran karena masyarakat yang menonton kejadian kecelakaan atau karena kendaraan yang terlibat kecelakaan belum disingkirkan dari jalur lalu-lintas, terjadi banjir sehingga memperlambat kendaraan dan bisa membuat beberapa kendaraan tersebut menjadi mati mesin, ada perbaikan jalan, adanya parker liar dari sebuah kegiatan, pasar tumpah yang secara tidak langsung memakan badan jalan sehingga pada akhirnya membuat sebuah antrian terhadap sejumlah kendaraan yang akan melewati area tersebut, walaupun di jalan satu arah, masih ada pengendara yang menerobos dari arah yang berlawanan, angkutan umum yang ngetem sembarang dan masih banyak lagi
Kemacetan memberikan dampak negative yang besar misalnya kerugian waktu karena harus berjalan dengan kecepatan yang pelan, meningkatkan polusi udara karena pada kecepatan rendah konsumsi energi lebih tinggi, dan mesin tidak beroperasi pada kondisi yang optimal, Pemborosan energi, karena pada kecepatan rendah konsumsi bahan bakar lebih rendah, Keausan kendaraan lebih tinggi, karena waktu yang lebih lama untuk jarak yang pendek, radiator tidak berfungsi dengan baik dan penggunaan rem yang lebih tinggi, mengganggu kelancaran kendaraan darurat seperti ambulans, pemadam kebakaran dalam menjalankan tugasnya, dll.
                Maka dari itu kemacetan merupakan suatu permasalahan yang harus segera diselesaikan karena akan membuat banyak kerugian bagi masing-masing pihak misalnya membuat orang telat datang kesuatu acara dan lain-lain.
                Ada beberapa cara untuk mengurai kemacetan yaitu  :
1)      ERP
ERP merupakan singkatan dari Electronic Road Pricing adalah sebuah sistem yang pertama kali digunakan oleh singapore lalu kemudian digunakan oleh beberapa kota lain seperti London dan Stockholm. Metode ini sejatinya secara kasat seperti toll yaitu sistem jalan berbayar. Usulan penggunaan ini sudah mulai dipertimbangkan bahkan sudah disetujui oleh pemda DKI Jakarta ( baca artikel ) adapun cara pembayaran yang diberlakukan ada dua, cara pertama dengan menyisipkan alat pada setiap kendaraan yang disebut OBU yang berfungsi sebagai meteran harga yang mesti dibayarkan dan cara kedua menggunakan camera yang ditaruh di setiap jalan yang berbasis ERP untuk mencatat nomer plat mobil dan menghitungnya perbulan lalu akan dikirimkan biaya ke rumah masing - masing pemillik kendaraan ( baca artikel ) . Cara ini telah terbukti dapat mengurangi pemakaian kendaraan pribadi, seperti di singapore cara ini secara signifikan prosentase penggunaan carpools dan bus meningkat dari 41% menjadi 62%, dan volume lalu  lintas yang menuju daerah diterapkannya congestion pricing menurun sampai dengan 44%. Cara inipun lebih efisien daripada 3 in 1.
2)      Pembatasan pemilikan kendaraan pribadi melalui peningkatan biaya pemilikan kendaraan, pajak bahan bakar, pajak kendaraan bermotor, bea masuk yang tinggi.
3)      Memperlebar jalan, menambah lajur lalu lintas sepanjang hal itu memungkinkan.
4)      Pemanfaatan Halte
Dalam buku pelajaran halte merupakan tempat resmi untuk menaikan atau menurunkan penumpang  dari kendaraan umum, tapi pada kenyataanya halte telah beralih fungsi menjadi tempat berjualan ataupun pangkalan ojek. Pemerintah seharusnya dengan tegas memberikan sanksi kepada kendaraan umum yang berhenti bukan di halte

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Masalah Kemacetan"

Posting Komentar